M1 Garand adalah senapan semi-otomatis pertama yang dijadikan senapan standar untuk
infanteri. Senapan ini menggunakan peluru
kaliber .30-06 Springfield. Senapan M1 Garand menggantikan senapan
Springfield M1903 sebagai senapan standar militer
Amerika Serikat pada tahun 1936. Kemudian senapan ini digantikan oleh senapan jenis
M14 pada tahun 1957.

Senapan ini banyak digunakan pada
Perang Dunia II dan
Perang Korea. Pada
Perang Vietnam
tidak seberapa banyak lagi pemakaian jenis senjata ini. Mayoritas M1
Garand dipakai oleh tentara Amerika Serikat, tapi ada juga yang
dipinjamkan ke negara lain contohnya Indonesia yang ikut memakai senapan
ini bagi bataliyon infanterinya. Pihak TNI juga sempat beberapa waktu
yang lalu meminjam pakaikan senapan M1 Garand ini pada Departemen
Kehakiman RI khususnya Lembaga Pemasyarakatan pada era pemerintahan
Presiden Soeharto. Namun sekitar awal tahun 2000 senjata ini ditarik
kembali oleh TNI dari semua jajaran kantor Lembaga Pemasyarakatan.
Sejarah
Senapan M1 dikembangkan oleh
Springfield Armory, dan didesain oleh
John Garand.
Prototipnya mulai disempurnakan pada tahun 1930an. Walaupun sudah
secara resmi diadopsi pada tahun 1932, M1 Garand baru dipakai pada tahun
1936, atas perintah langsung dari Jendral
Douglas MacArthur.
Springfield Armory mulai memproduksi senapan ini pada akhir 1930an
dan terus menambah jumlah produksi pada tahun 1940 sampai 1945. Dengan
pecahnya Perang Dunia II,
Winchester Repeating Arms Company juga diberi kontrak untuk memproduksi M1 Garand.
Angkatan Darat Inggris juga sempat melirik M1 Garand untuk menggantikan
Lee-Enfield No.1 Mk III, tapi dibatalkan karena M1 gagal dalam tes.
Kemampuan M1 Garand untuk menembak secara semi-otomatis memberi keuntungan yang signifikan di medan perang. Tentara
Jerman dan
Jepang lebih banyak memakai senapan kokang manual atau sering disebut
Bolt Action. Senapan ini kemudian dikenal sebagi "senapan semi-otomatis pertama yang digunakan oleh militer Amerika Serikat", dan Jenderal
George S. Patton
pun mengakui kehebatan senapan ini dengan mengatakan bahwa senapan ini
adalah "Alat tempur paling hebat yang pernah diciptakan".
[1][2]
Keunggulan M1 inilah yang mendorong pihak Sekutu dan Axis untuk
memproduksi dan mengembangkan senapan yang memiliki kemampuan tembak
semi-otomatis dan full-otomatis.
M1 Garand terbukti sebagai senapan yang handal dalam pemakaiannya pada
Perang Dunia II dan
Perang Korea.
Jepang pun mengembangkan desain tiruannya menjelang akhir Perang Dunia
II, tapi belum sempat mencapai tahap produksi. Tahun 1957, M1 Garand
digantikan oleh senapan
M14. Walau begitu, M1 Garand masih dipakai di
Perang Vietnam pada tahun 1963. Senapan M1 Garand akhirnya digantikan seluruhnya pada tahun 1965.
Continue Reading...